Sir James Lancaster

Dua hari ini timeline/status di sosial media diramaikan berita seputar kelahiran putera pertama dari Pangeran Williams dan Kate Middleton; pewaris ketiga tahta kerajaan Inggris. Begitu lahir sang Royal Baby yang namanya belum dipublikasikan ini sudah mendapat gelar kebangsawanannya, Prince of Cambridge. Ayah ibunya sendiri bergelar Duke of Cambridge dan Duchess of Cambridge.

Hmm … daripada kesal gak kebagian antri menyaksikan kemunculan sang Baby Royal di hadapan publik, bagaimana jika kita alihkan memori sejenak menyusuri jejak seorang pelaut tangguh Inggris yang menjejak di nusantara?

Sir James Lancaster, menerima mandat dari Ratu Elizabeth I untuk memimpin armada laut Inggris, Red Dragon berlayar menuju kawasan timur raya untuk membuka jalur rempah-rempah melalui diplomasi dagang dengan Kesultanan Aceh. Lancaster menjejak di Aceh pada 6 Juni 1602, disambut oleh tangan kanan Sultan Alaiddin Riayat Syah Al Mukammil; Laksamana Keumalahayati.

Sir James Lancaster
Sir James Lancaster

Kedatangan rombongan Lancaster disambut baik oleh Sultan, bahkan armada dagang Inggris diberi ijin untuk memasuki perairan Aceh. Sultan pun menghimbau kepada rakyatnya untuk membantu para awak kapal Inggris selama mereka berlabuh di bandar Aceh Darussalam. Membalas itikad baik Sultan, Lancaster pun berjanji akan membantu mengusir Portugis dari pantai Aceh.

Laksamana Keumalahayati, Panglima Armada Inong Balee kala itu, ternyata tak hanya tangguh di lautan tapi juga seorang diplomat ulung yang memegang peranan penting dalam mendampingi Sultan melakukan perundingan dengan utusan Inggris, James Lancaster.

Mengetahui keberadaan armada Inggris telah tercium oleh Portugis, Malahayati membisiki Sultan agar kapal-kapal Inggris yang sedang berlabuh segera meninggalkan Aceh. Laksamana Malahayati mengambil inisiatif menahan kapal-kapal Portugis yang hendak merapat ke pelabuhan untuk memberi kesempatan kepada Lancaster dan armadanya meninggalkan bandar dengan aman. Sejarah mencatat, sekembali ke Inggris; Lancaster dianugerahi gelar bangsawan karena dianggap berhasil membuka jalur dagang ke kawasan timur.

Kecakapan, ketangguhan dan kegigihan Malahayati memimpin angkatan perang pada masanya mendapat pengakuan dari negara Belanda, Portugis, Inggris, Arab, China dan India. Namanya pun tercatat dalam perjalanan sejarah di negara-negara tersebut. Bagaimana di negerinya? Saleum [Admin_PK]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s