#Inspirasi Keumala: Belajar Menari Thailand

seni budaya thailand

Surprised! Akhir Pebruari lalu dari iseng-iseng ikut kuis yang diadakan oleh Women’s Health Indonesia (WHI), Perempuan Keumala menjadi bagian dari 10 (sepuluh) perempuan terpilih yang menang kuis. Hadiahnya, mendapat kesempatan menonton pertunjukan tari Thailand dan mengikuti workshop tari di The Royal Thailand Embassy, Mega Kuningan, Jakarta, Minggu (02/03/14). Senangnya tak terkatakan mengingat Januari – Pebruari lalu Perempuan Keumala berbagi #InspirasiKeumala yang juga bertema TARI.

tari tradisional thailand
Natalilamalarangsan

Kegiatan yang dimulai pk 13.15 itu diawali dengan sajian instrumen paduan irama dari bunyi-bunyian yang dihasilkan oleh alat musik tradisional Thailand yang dibawakan oleh Chantaburi College of Dramatic Art. Irama yang dihasilkan oleh ching, taphon, pong lang, pi dan alat musik lainnya mengajak jemari untuk ikuti irama meliukkan geraknya perlahan.

seni budaya thailand
Mr. Nithee Seeprae, Director of Tourism Authority of Thailand (TAT) di Jakarta berdiskusi dengan Endang Moerdopo, penulis Perempuan Keumala di sela rehat workshop tari
tari tradisional thailand
Chatri Dance

Mr. Nithee Seeprae, Director of Tourism Authority of Thailand (TAT) di Jakarta dalam sambutannya mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya Thailand lewat seni khususnya TARI. Dari 10 (sepuluh) pemenang kuis, yang hadir siang itu hanya delapan orang dan Perempuan Keumala bersyukur bisa ikut mengambil bagian dalam kegiatan ini. Mr Nithee pun berharap lewat kegiatan ini dan melalui pengalamalan singkat mengikuti workshop, para peserta workshop dapat berbagi informasi seputar seni budaya Thailand kepada masyarakat Indonesia melalui media sosial.

musik tradisional thailand
Pong lang, salah satu alat musik tradisional Thailand

Pentas tari dibuka dengan Natalilamalarangsan atau Hat Dance yang dibawakan dengan riang gembira oleh tiga penari perempuan. Lalu disusul dengan tarian dari wilayah Selatan Thailand yang dibawakan oleh sepasang penari dengan kostum tutup kepalanya yang tinggi dan ujung-ujung jari yang lancip, Chatri Dance. Serng Pong Lang Dance menutup pertunjukan tari dengan menampilkan dua pasang penari membawakan tari pergaulan. Tarian  yang berasal dari north eastern Thailand ini khusus dibawakan oleh muda-mudi yang belum menikah. Sedang pang long sendiri sebenarnya adalah nama alat musik tradisional.

seni budaya thailand
Para penari dari Chantaburi College of Dramatic Art, Thailand

Selain Mr. Nithee dan beberapa perwakilan dari TAT Jakarta, kegiatan ini pun dihadiri oleh Ibu Ambassador Mrs. Pasakorn Siriyaphan yang bergabung mengikuti acara dari awal hingga selesai.

seni budaya thailand
Pengisi acara berpose usai pementasan

Di akhir workshop, Mbak Cici dari WHI menyampaikan total kalori yang dibakar selama lebih kurang 2 jam bergerak menari sebesar 500 kalori. Coba bandingkan dengan penari profesional yang bisa membakar 600 – 700 kalori karena telah menguasai gerakan-gerakan tarinya. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa tari adalah seni oleh tubuh untuk menyehatkan jiwa dan raga jika dilakukan dengan intens, disertai latihan yang baik dan benar.

seni budaya Thailand
Duo Perempuan Keumala: Endang Moerdopo & Olive Bendon berpose bersama Ibu Ambassador, Mrs. Pasakorn Siriyaphan

Senang bisa belajar TARI Thailand meski baru tahap basic, mari berbagi #InspirasiKeumala lewat paduan gerak dan nada. Selamat menari [Admin PK].

7 thoughts on “#Inspirasi Keumala: Belajar Menari Thailand

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s