Tags

, , ,

Taklah lengkap rasanya bila bertutur sebuah cerita tanpa disertai dengan gambar sebagai pelengkap kisah. Demikian halnya saat menuliskan kisah IBU, lama kelamaan sering ada yang bertanya; seperti apa raut muka beliau? Adakah yang pernah merekam kesehariannya? Atau, hanya bisa direka-reka dari penggambaran kisah yang dituliskan oleh para pengelana yang telah lebih dulu ada, mendengar tentangnya serta bersua dengannya?

lukisan malahayati, laksamana malahayati, lapangan blang padang

Lukisan di gerbang Lapangan Blang Padang, Banda Aceh

Menyelami jejaknya lambat laun dapat mengenal lebih dekat seperti apa sosok yang membanggakan itu. Tak dinyana, dalam beberapa kesempatan ketika sedang berjalan ke satu destinasi; acap tak sengaja menjumpai potret IBU.

Kali pertama melihat sosok beliau diperankan oleh Ayudia Bing Slamet pada pementasan Teatrikal Malahayati di Museum Bahari pada akhir November 2012 lalu. Sebelumnya, pada 2007 sebuah film tentang dirinya digarap tanpa persiapan oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga karena kejar tayang peringatan Hari Pahlawan sehingga hasilnya tak memuaskan.

Perpustakaan dan Museum Ali Hasjmy, museum di banda aceh

Koleksi Museum Ali Hasjmy, Banda Aceh

Lukisan pada pojok kanan bawah gambar di atas adalah potret IBU yang banyak dijumpai dan sering digunakan sebagai pelengkap informasi. Entah jadi bagian dari sebuah artikel, selebaran kegiatan, blogpost dan lain-lain.

Gambar di atas salah satu koleksi Museum dan Perpustakaan Ali Hasjmy di Banda Aceh. Artikel dalam sebuah surat kabar yang mengulas 4 (empat) sosok perempuan yang sangat berkuasa di Aceh pada masanya. Pada bagian lain ruang tamu museum, sebuah lukisan menggantung di dinding memperlihatkan seorang perempuan muda berdiri di atas kapal yang sedang berada di tengah samudera. Tangan kanannya bertumpu pada selembar peta yang telentang di atas meja kecil sedang tangan kirinya menggenggam kepala pedang. Coba perhatikan pandangan mata itu, tak menusuk. Lalu, kedua tangannya mengenakan sarung tangan putih, serupa yang sering dikenakan oleh anak sekolah saat upacara 17an. Pertanyaannya, apakah pada masa itu sudah ada sarung tangan berbahan kaos sejenis itu?

perpustakaan dan museum ali hasjmy, museum di banda aceh, laksamana malahayati

Lukisan Laksamana Malahayati di ruang depan Perpustakaan dan Museum Ali Hasjmy, Banda Aceh

Pada satu siang, saat sedang bertugas ke Surabaya; saya mendatangi Monumen Kapal Selam untuk memastikan bahwa lukisan besar yang menggambarkan sosok beliau benar ada di sana. Beberapa ulasan yang saya jumpai di dunia maya selalu menyebutkan bahwa lukisan tersebut sakral. Kenyataannya?

Ada kesamaan dari lukisan di atas dengan lukisan di bawah ini. Posisi tangan, pakaian selintas sama tapi sebenarnya warnanya berbeda juga raut mukanya. Lukisan di Museum Ali Hashjmy tampak seperti orang Jawa, sedang yang di bawah seperti perpaduan bule dengan mata lembut dan garis senyum menghiasi mukanya serta tidak mengenakan sarung tangan. Meski berada di dekat bak sampah dan parkiran motor, lukisan ini masih terlihat bila dibandingkan dengan lukisan Yos Sudarso yang ditutupi dengan barang dagangan penjual minuman.

monumen kapal selam, laksamana malahayati

Lukisan Laksamana Malahayati di salah satu dinding Monumen Kapal Selam, Surabaya

Sebuah lukisan dalam pose yang sama dengan kedua lukisan di atas lelah menggantung di salah satu ruangan Museum Bahari, Jakarta. Ia berdiri di antara para penoreh sejarah negeri seperti Gajah Mada, Sultan Agung, dan Teuku Umar. Tangan kanannya bertumpu pada bibir kapal, tangan kirinya menggenggam erat kepala pedang yang tersampir di kirinya.

laksamana malahayati, museum bahari, museum di jakarta

Laksamana Malahayati, koleksi Museum Bahari

Rahangnya mengatup rapat. Sorot matanya memandang tajam ke depan, seperti sedang memata-matai gerakan musuh. Pada ruang lain di museum itu, sebuah diorama tentangnya ditampilkan di antara Ibnu Batuta, Cheng Ho, Vasco da Gama, Dampier, Fatahila dan Jan Huygen. Malahayati, disejajarkan dengan para pengelana dunia. Jadi seperti apa rupa beliau pada masa hidupnya? Ketika energimu lebur dalam energinya, dirinya kan kau kenali lebih dekat, saleum [AdminPK].