Tags

, , , ,

Tuhan selalu punya caraNya sendiri yang menakjubkan ketika menghadiahkan kejutan yang terkadang dirasa sebagai ketidaksengajaan kala ditilik dari nurani sebagai manusia. Salah satu ketidaksengajaan itu (kembali) terjadi beberapa hari yang lalu di Gudang Buku, gerai buku bekas di Plaza Festival (dulu dikenal dengan Pasar Festival), Jakarta.

Rencananya pagi itu saya HANYA mampir sebentar ke Pasfes karena ada keperluan ke Anjungan Tunai Mandiri (ATM) terdekat sebelum melanjutkan perjalanan ke satu tempat pertemuan. Usai dari ATM, saat melirik waktu pertemuan masih sedikit lama, saya pun iseng mengayun langkah ke Gudang Buku. Tujuannya tak lain HANYA untuk cuci mata. Ternyata, dari sekadar HANYA itu, dalam 5 (lima) menit duduk iseng di depan salah satu rak membuat hati kegirangan dan ujung mata sedikit memanas saat menemukan dua buah buku tentang Aceh terselip di antara ribuan buku yang dipajang di dalam gerai itu.

of aceh and turning tides, songs to my sisters, debra yatim, debra h. yatim, buku puisi debra yatim, inspirasi keumala

Senang menemukan kumpulan puisi karya Debra Yatim ini

Apakah masih disebut ketidaksengajaan bila ketidaksengajaan itu terjadi saat diri sedang memerlukan mood booster? Mungkin lebih tepat bila disebut sebagai keajaiban yang memang sudah seharusnya terjadi meski kadang susah dipahami ketika dicerna dengan pikiran biasa selain disyukuri.

Buku pertama yang saya dapatkan adalah Of Aceh and Turning Tides, Songs to My Sisters yang berisi kumpulan puisi karya Debra Yatim terbitan Aceh Kita Foundation pada 2005. Kuping saya sudah tak asing dengan nama penulisnya, namun baru kali ini memegang buku karyanya. Dan puisi-puisi yang ditulis dalam bahasa Inggris tersebut didekasikan untuk para perempuan Aceh yang bangkit setelah tsunami meluluhlantakkan Aceh pada 2004 lalu.

Keisengan pun berlanjut dengan menemukan buku kedua Nafas Tanah Rencong, Kumpulan Syair dari Aceh yang ditulis oleh 49 penyair Aceh dan diterbitkan pada 1992 oleh Dewan Kesenian Aceh. Ajaib, energi itu kembali berlarian memenuhi rongga jiwa.

of aceh and turning tides, songs to my sisters, debra yatim, debra h. yatim, buku puisi debra yatim, inspirasi keumala

No More, yang pertama dibuka dan membuat meleleh

And what is it that will change life?
Nothing
except fear of Life itself,
not even Death

– [Not Even Death, Debra Yatim]

Dan keisengan itu pun melahirkan harapan baru. Satu kerinduan, satu saat ingin bersua sang penulis puisi di atas, perempuan dari Ulee Lheue, saleum [AdminPK].