Pulang

Setelah menunda-nunda selama dua tahun, Oktober lalu akhirnya pulang juga ke Nanggroe. Pulang tanpa pamit pada siapa pun. Aku takut menjawab tanya bertubi yang kan digelontorkan kenapa ingin bersendiri ke Nanggroe? Kenapa mendadak? Kenapa dan berjuta kenapa lainnya yang akan menyusul setiap kenapa. Pulang setelah tak tahan lagi menahan kerinduan yang luber kemana-mana. Pulang tanpa … Continue reading Pulang

Surat untuk Nay

Saya bukanlah pengamat film yang baik, dengan kesepuluh jari tangan dapat dihitung berapa kali dalam setahun kaki ini melangkah ke bioskop. Bagi saya, duduk diam di dalam gedung pertunjukan menyelami permainan karakter di atas panggung atau turut bergirang ketika menonton konser paduan suara lebih menarik. Namun, perjumpaan dengan seorang sahabat yang berbagi kisah seorang kawan … Continue reading Surat untuk Nay

Gembok Asa

love lock penang hill, bukit bendera

Wattaaaa surprise! Tak terbayangkan sebelumnya mimpi untuk menggapai Puncak Bendera akan tercapai senja itu. Menyimak lembaran kegiatan yang cukup padat, sejak terbang ke Penang; Bukit Bendera (sekarang Penang Hill) hanya diselipkan di sela angan. Kalaupun nanti tak sempat, masih ada esok untuk menggapainya. Namun senja itu, Tuhan menjawab setitik asa yang disematkan di dalam hati. … Continue reading Gembok Asa

Enam Tahun Perjalanan Masa

perempuan keumala, benteng inong balee

... Senja yang Ceria ... Mencoba menghalau resahnya, Keumala melangkah ke sana kemari, memeriksa persiapan laskar Inong Balee. Paduan baju kurung merah, celana cekak musang berwarna hitam dan sarung kuning menyala membalut tubuh mereka. Sepasang subang[1] keemasan tersemat manis di daun kuping, simplah[2] menggantung dari leher menjuntai di dada. Pula tak ketinggalan pending[3] menopang di … Continue reading Enam Tahun Perjalanan Masa