Sanctuary of Truth, Melihat Surga dari Jemari Perempuan

sanctuary of truth, destinasi wisata pattaya

Awal Maret lalu Perempuan Keumala (PK) mengikuti Workshop Tari di The Royal Thailand Embassy, Mega Kuningan, Jakarta sebagai hadiah menang kuis tentang tari yang diadakan oleh Women’s Health Indonesia. Dari sepuluh peserta workshop disaring lagi untuk memilih dua orang pemenang yang diberangkatkan oleh Tourism Authority of Thailand menikmati ragam destinasi di Thailand.

sanctuary of truth, destinasi wisata pattaya
Sanctuary of Truth

Puji Tuhan! Berkat tari, PK mendapat satu tiket berlibur dan berangkat ke Thailand akhir Juni lalu. Bukan secara kebetulan jika pada perjalanan ini PK berkesempatan untuk mengunjungi salah satu destinasi wisata yang sangat menginspirasi dan sejalan dengan visi misi PK. Tempat terindah dimana perempuan sangat diagungkan, tempat berjumpa perempuan-perempuan hebat, Sanctuary of Truth.

Berdiri gagah di bibir Rachvate Cape, utara Pattaya; Sanctuary of Truth adalah realisasi visi milioner Thailand, sang inspirator, Khun Lek Viriyapan. Mengadopsi lekuk bangunan abad 17, Sanctuary of Truth dibangun dengan tujuan tempat menyelami dan memaknai kehidupan spiritual. Manusia hanyalah sebutir debu yang berpijak di bumi. Keabadian, kedamaian dan kenikmatan sejati hanya ada padaNya, Sang Pencipta semesta. Sedang dasar untuk belajar dan menyelami makna kehidupan, ketenangan batin dan perdamaian itu sendiri berawal dari keluarga, komunitas terkecil dalam masyarakat.

sanctuary of truth, destinasi wisata pattaya
Patung perempuan hasil pahatan di depan Sanctuary of Truth

Perempuan adalah makhluk yang diagungkan di tempat ini, yang melahirkan manusia ke bumi. Ditempatkan di puncak menara sebagai simbol pembawa perdamaian; orang pertama yang mengajarkan moralitas bagi keturunannya. Mereka digambarkan sebagai laskar perkasa, pemuji, penari, penyeimbang kehidupan, sumber inspirasi, pemberi kehidupan yang berdiri di sekeliling raja, satu-satunya lelaki di tempat ini.

Sanctuary of Truth terbagi atas 4 (empat) ruang besar yang masing-masing memiliki makna yang saling terkait satu sama lain.

Ruangan pertama melambangkan alam semesta dimana semuanya bermula dengan Bumi, Air, Angin dan Api sebagai elemen terbesarnya. Di ruang ini bersemayam Trimurti menurut kepercayaan Hindu: Shiva yang adalah Dewa Bumi dan Api, Wisnu sang Pemelihara adalah Dewa Air serta Dewa Langit, Brahma sang Perancang. Tepat di atas ruangan ini terukir wajah Bodhisatwa yang tersenyum memandang semesta, melambangkan seorang pemimpin bijaksana, yang memimpin dengan cinta kasih dan adil.

sanctuary of truth, panari thailand, destinasi wisata pattaya
Disambut perempuan di depan tangga masuk Sanctuary of Truth

Di ruangan kedua yang disebut sebagai created environment, tempat untuk mengasah pengetahuan. Manusia sebagai makhluk bermoral yang memiliki kedudukan tertinggi dari makhluk lainnya. Matahari, Bulan dan Bintang adalah tiga elemen semesta yang memberi warna dalam memaknai kehidupan.

Ruangan ketiga atau Parental Pure Love, tempat yang mengingatkan bahwa tatanan berinteraksi dengan masyarakat bermula dari dalam keluarga. Moralitas dan pembentukan karakter manusia, pertama kali diajarkan di dalam keluarga oleh orang tua; ayah dan ibu kepada anak-anaknya. Kuat tidaknya landasan cinta kasih, menghormati dan menghargai sesama ini akan terlihat kala sang anak melangkah ke lingkungan masyarakat di sekitarnya.

sanctuary of truth, destinasi wisata thailand, pemahat perempuan
Surga di tangan perempuan pemahat

Ruang terakhir adalah The World Supporter, ruangan yang dipenuhi dengan pelajaran akan Kasih, Kebaikan, Pengorbanan dan Berbagi. Setiap keyakinan mengajarkan kebaikan, bagaimana respon manusia terhadap pengajaran itulah yang membawa dampak dalam menjalani kehidupannya.

Hal menarik lainnya yang bisa ditemui di Sanctuary of Truth adalah, semua bagian bangunan ini dipahat dengan sangat detail. Lebih surprised lagi karena sebagian besar pemahatnya adalah PEREMPUAN! Ulasan singkat mengenai Sanctuary of Truth dimuat di Women’s Health Indonesia edisi Oktober 2014.

perempuan keumala, women's health indonesia
Ulasan PK ada di Women’s Health Indonesia lho

What you’re supposed to do when you don’t like a thing is change it. If you can’t change it, change the way you think about it. Don’t complain! – [Maya Angelou]

Thanks to Sally Suen, Assistant International Marketing Manager, The Ancient City Co.,Ltd. yang menemani selama berkunjung dan banyak memberikan informasi seputar Sanctuary of Truth. Saleum [Admin_PK].

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s